Aku tidak ingat tepatnya tanggal berapa. Yang ku ingat, saat ada acara tahlil di rumah nenek aku mendapat kabar kalau dia akan melangsungkan pernikahan di waktu yang dekat. Kaget, iya. Secepat inikah? Lalu bagaimana dengan penantianku selama 5 tahun ini? Sia-sia?.alhamdulillah, aku yakin Allah sudah merencanakan semuanya. Mungkin ini tulisan terakhir tentang kamu, Gil. Doain aku semoga aku dilancarkan semua urusanku. Agar aku lekas mendapatkan gelar S-1. Semoga sakinnah mawadah warohmah.
Setelah membaca tulisan saudara Setia Naka Adrian. menurut saya, dalam proses pembuatan film (perusahaan film) harus mempertimbangkan segi komersial. Bukan hanya modal bakat, kemauan dan tekad untuk menciptakan film nasional. Jika tidak mempertimbangkan segi komersial kemungkinan saat proses pembuatan film akan mengalami keterbatasan dana. Tidak seperti Salim Sahid dalam bukunya Profil Dunia Film Indonesia (1982) Cerita Salim Sahid dapat dijadikan pedoman untuk para generasi muda. Bahwa sebuah oroses kreatif harus tetap dilakukan, karena masalah dana untuk pembuatan film masih menjadi masalah sampai saat ini. Seperti di Kendal, Rumah Kreatif Film (RKFK) yang sedang diadakan pemutaran film perdananya dipendopo Kabupaten Kendal. Pemutaran film itu dilaksanakan dengan keadaan yang seadaya, meskipun dengan sederhana penonton tetap menonton sampai pemutaran film yang berjudul Reksa itu selesai. Sebagian besar yang menonton film itu adalah para anak remaja, Dalam cerita film yang dibuat...
Komentar
Posting Komentar