Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018
Seketika aku ingin mengakhiri semua yang kujalani hari ini. Ingin ku ulangi dan ku mulai lagi dari awal. Terlalu berambisi untuk mengejar sebuah impian yang pernah kuperjuangkan. Namun aku teringat sebuah nasehat "Membahagikan bapak tidak harus menjadi ini itu" Tepat satu tahun yang lalu. Kala itu,  seorang laki-laki yang sangat aku sayangi hanya diam. Aku tau, diamnya itu adalah diam yang menyimpan sejuta rasa kecewa. Dan aku melihat sosok wanita yang sangat tegar meneteskan air matanya di hadapanku. Hari itu, aku merasa telah membuat kedua orang yang sangat berharga dalam hidupku kecewa. Dan hari ini, kembali aku merenungkan nasehat bapak. Aku harus ikhlaskan semuanya krena jalan hidup setiap orang berbeda dan aku bersyukur dengan apa yang aku punya dan aku jalani hari ini. Berusaha merelakan impianku menjadi Brigadir Dua dan berjuang mengejar gelar S. pd demi melihat ibuk dan bapak bangga.
Setelah memilih untuk berlalu dan melupakan semua tentangmu, kini aku bertemu dengan orang baru.  Orang yang dengan sengaja dipertemukan Tuhan melalui perantara dari salah satu sahabatku. Hari-hari terasa lebih berwarna semenjak hadirnya. Walaupun cara komunikasi yang kami lakukan membuatku sedikit tidak nyaman, aku tetap mencoba dan memahami kondisi dia.  Perlahan rasa sakit yang sudah lama menjamur di hati perlahan menghilang.  Dada terasa sedikit lebih lega sejak kehadirannya. Semoga Tuhan selalu menberiku orang-orang baik untuk menemani hari-hariku. Aku tidak tahu bagaimana nantinya jika dia tau kalau sebenarnya dia hanya aku jadikan pelarian semata.  Aku berharap dia tidak marah dengan apa yang aku lakukan.  Jika memang nantinya kami saling nyaman,  apa salahnya jika dia harus terus bersamaku dan menemaniku menjalani indahnya hari. Dengan begitu aku pasti akan melupakan semua hal yang pernah membuat hidupku terasa pahit. Berharap dia mau menemani ak...
Teringat kejadian tiga tahun yang lalu. Kala itu, ibaratkan sebuah mahligai rumah tangga yang baru saja dibangun tiba-tiba terkena sebuah sambaran petir dari orang-orang yang dengki. Mencoba meyelesaikan dengan menjelaskan namun salah satu pihak tetap tidak sejalan dan ingin memilih berpisah, terombang-ambing tentunya.  Sampai-sampai seperti tak ada harapan untuk bersama lagi.  Suasana rumah menjadi aneh,  dua insan yang saling menyayangi menjadi seperti layaknya dua orang asing yang belum saling mengenal.  Para dengki kebingungan mencari bukti, hingga akhirnya masalah lerai setelah sedikit penjelasan dari sang dengki. Sungguh, dua insan yang baru saja menjalani awal hidup baru tertimpa cobaan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.  Mulianya dari kedua insan itu tak ada niatan untuk membalas semua yang sudah diperbuat sang dengki, mereka berdua hanya percaya karma. Dua insan kembali bersatu dan saling menjaga serta saling percaya dan bahagia. Seiring berjala...