Teringat kejadian tiga tahun yang lalu. Kala itu, ibaratkan sebuah mahligai rumah tangga yang baru saja dibangun tiba-tiba terkena sebuah sambaran petir dari orang-orang yang dengki. Mencoba meyelesaikan dengan menjelaskan namun salah satu pihak tetap tidak sejalan dan ingin memilih berpisah, terombang-ambing tentunya. Sampai-sampai seperti tak ada harapan untuk bersama lagi. Suasana rumah menjadi aneh, dua insan yang saling menyayangi menjadi seperti layaknya dua orang asing yang belum saling mengenal. Para dengki kebingungan mencari bukti, hingga akhirnya masalah lerai setelah sedikit penjelasan dari sang dengki. Sungguh, dua insan yang baru saja menjalani awal hidup baru tertimpa cobaan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Mulianya dari kedua insan itu tak ada niatan untuk membalas semua yang sudah diperbuat sang dengki, mereka berdua hanya percaya karma. Dua insan kembali bersatu dan saling menjaga serta saling percaya dan bahagia. Seiring berjalannya waktu, karma menghampiri para dengki dan membuat para dengi hancur dalam mahligainya. Dua insan yang dulu hampir terpisah karena ulah sang dengki hanya tersenyum dan berkata
"akhirnya karma datang kepada para dengki"
"akhirnya karma datang kepada para dengki"
Komentar
Posting Komentar